
Kolase Anggota DPRD Jawa Barat H. Jenal Arifin dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menjadi sorotan terkait aktivitas armada angkutan bahan tambang di Karawang
SAKATANEWS.COM — Anggota DPRD Jawa Barat H. Jenal Arifin memberikan klarifikasi resmi menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) yang menyebut armada truk PT Cipagamas (CPM) miliknya turut berkontribusi terhadap kerusakan Jalan Badami-Loji, Kabupaten Karawang. Jenal menegaskan bahwa operasional armada perusahaannya telah langsung dihentikan begitu ia mengetahui adanya aktivitas pengangkutan tambang tersebut.
Polemik ini bermula saat Gubernur KDM mengungkap jajaran pengusaha armada pengangkut bahan tambang yang melintasi jalur Badami-Loji. Salah satu yang disinggung adalah PT Cipagamas (CPM) milik Jenal Arifin yang terdaftar menyiagakan empat unit armada.
Menanggapi tudingan tersebut, Jenal menjelaskan bahwa pada awalnya ia tidak mengetahui perihal kerja sama operasional truk tambang yang melibatkan perusahaannya. Ia merincikan bahwa dari empat unit yang terdaftar, hanya dua unit yang sempat beroperasi dalam hitungan hari sebelum akhirnya dihentikan total.
"Yang terdaftar memang empat unit, tetapi yang sempat digunakan itu hanya dua unit dan itu pun baru digunakan beberapa hari karena keburu ketahuan oleh saya," ujar Jenal.
Usai mengetahui aktivitas tersebut, Jenal mengaku langsung menginstruksikan manajemen untuk memutus dan menyetop seluruh kegiatan operasional kendaraan di rute tersebut. Langkah ini juga sejalan dengan pernyataan KDM yang mengonfirmasi bahwa armada PT Cipagamas memang sudah tidak beroperasi lagi sejak sebulan terakhir.
Sebagai legislator Jawa Barat, Jenal Arifin selama ini dikenal vokal menyuarakan aspirasi warga terkait perbaikan jalan rusak dan penegakan aturan jam operasional truk tambang di Karawang Selatan. (J4)




