![]() |
| Persebaya pemenang Piala Presiden 2026 |
GIANYAR — Sebuah babak baru dalam konstelasi sepak bola nasional resmi terpatri. Persebaya Surabaya tak lagi sekadar menjadi penonton sejarah; mereka kini menjadi pembuatnya. Lewat laga adu penalti yang menguras emosi dan menuntut ketahanan mental tingkat tinggi, Bajul Ijo mengandaskan perlawanan sengit Persib Bandung 6-5 (1-1) pada laga puncak Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam.
Kemenangan ini bukan sebatas piala pramusim biasa. Ini adalah simbol pembuktian atas konsistensi, reformasi taktik, dan keberanian mental yang meruntuhkan rekor tanpa gelar mereka di ajang prestisius ini. Selain mengamankan trofi perdana dalam sejarah klub, Persebaya berhak memboyong hadiah utama senilai Rp8 miliar.
Momen Kunci dan Taktik Berani
Laga berlangsung intens dengan tempo tinggi sejak peluit awal berbunyi. Strategi penekanan tinggi yang diterapkan Persebaya terbukti efektif memecah konsentrasi pertahanan Maung Bandung:
- Inisiatif Awal (Menit 20'): Ramadhan Sananta membuka keunggulan Persebaya memanfaatkan umpan terukur Rachmat Irianto, menyelesaikan skema serangan balik cepat yang mematikan.
- Respons Cepat (Menit 24'): Persib membalas lewat bola liar skema sepak pojok Luciano Guaycochea yang diselesaikan oleh Patricio Matricardi untuk menyamakan kedudukan 1-1.
- Kebuntuan 120 Menit: Meski kedua tim saling menekan dan menciptakan peluang emas di babak kedua hingga extra time, kedisiplinan lini belakang serta penampilan kokoh Yuran Fernandes menjaga skor tetap imbang.
Drama 'Tos-tosan' dan Pahlawan di Bawah Mistar
Ujian kedewasaan skuat tiba di babak adu penalti. Di tengah tekanan ribuan pasang mata, Persebaya menunjukkan ketenangan kelas tinggi:
- Eksekusi Dingin: Enam pemain Persebaya—Miguel Pereira, Risto Mitrevski, Yann Mabella, Diogo Ramalho, Walber Mota, hingga Gledson Paixão—sukses menjalankan tugasnya dengan presisi.
- Aksi Heroik Reza Arya: Sang penjaga gawang menjelma menjadi pahlawan penentu. Pembacaan arah bola yang brilian dari Reza Arya berhasil menepis sepakan dua penggawa Persib, Uilliam Barros dan Al Hamra, menobatkan Surabaya sebagai raja baru.
Gelar ini menjadi sinyal kuat bagi seluruh kontestan Liga Super bahwa Persebaya Surabaya datang musim ini dengan ambisi yang jauh lebih besar dari sekadar berpartisipasi. (Red)





