• Jelajahi

    Copyright © sakatanews.com
    Berita aktual tepercaya

    Translate

    Kanal Video

    Dugaan Keracunan Massal MBG Sidoarjo: 592 Korban Dirawat di Delapan Rumah Sakit

    Kamis, 03 September 2026
    RSUD R.T. Notopuro menangani jumlah korban terbanyak yakni 380 pasien


    SAKATANEWS.COM — Sebanyak 592 penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat dugaan keracunan. Peristiwa ini bermula setelah para siswa dan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam menyantap menu MBG yang didistribusikan dari SPPG Kalitengah pada Selasa, 1 September 2026.


    ​Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat hingga Rabu (2/9/2026) sore, jumlah warga dan pelajar yang terdampak mencapai 592 orang. Berdasarkan data sebaran pasien, RSUD R.T. Notopuro menangani jumlah korban terbanyak yakni 380 pasien. Sisa korban lainnya disebar ke tujuh rumah sakit rujukan di wilayah Sidoarjo, termasuk RS Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RSU Aisyiyah Siti Fatimah.


    ​Dari total 592 korban yang terdata, sebanyak 494 pasien telah diperbolehkan pulang usai kondisinya membaik. Sementara itu, 79 pasien masih harus menjalani perawatan rawat inap dan 19 pasien lainnya dalam tahap observasi ketat tim medis.


    ​Kejadian ini berawal saat para santri menyantap menu MBG berupa nasi, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis, dan buah apel sebelum jam pelajaran sekolah dimulai. Sekitar dua jam usai makan, yakni selepas ibadah Asar, sejumlah santri mulai mengeluhkan mual, sakit perut, muntah, hingga diare. Beberapa santri mengungkapkan bahwa hidangan tumis buncis yang mereka santap terasa basi dan kecut. Dampak ini tidak hanya menyasar santri, melainkan meluas ke beberapa sekolah lain lantaran SPPG Kalitengah menyalurkan menu makanan ke 19 lembaga pendidikan di sekitarnya.


    ​Saat ini, Dinkes Sidoarjo bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) serta Labfor Polri telah mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti kontaminasi. Pemerintah daerah beserta pihak kepolisian juga terus memantau pemulihan para korban dan menghentikan sementara operasional dapur penyedia MBG tersebut hingga investigasi medis selesai. (Red)

    Kolom netizen >>>

    Buka kolom netizen

    Berita Terbaru