![]() |
| Manajemen RSUP Dr. Kariadi maupun pihak rektorat Universitas Diponegoro membantah dr. Yuda Nabella meninggal praktik perundungan atau bullying |
SAKATANEWS.COM — Kabar duka sekaligus isu tak sedap kembali menyelimuti dunia pendidikan kedokteran setelah dr. Yuda Nabella Prameswari, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Kedokteran Jiwa Universitas Diponegoro (Undip), meninggal dunia pada Rabu (28/8/2026) di RSUP Dr. Kariadi, Semarang. Kepergian almarhumah mendadak menjadi perhatian publik usai rumor mengenai dugaan praktik perundungan atau bullying beredar luas di media sosial.
Isu yang ramai diperbincangkan di platform digital tersebut menuding adanya tekanan dan relasi kuasa senior-junior yang memicu kondisi fisik almarhumah memburuk. Namun, tuduhan ini dengan tegas dibantah oleh manajemen RSUP Dr. Kariadi maupun pihak rektorat Universitas Diponegoro.
Staf Humas RSUP Dr. Kariadi, Aditya Kandu Warendra, menjelaskan bahwa berdasarkan rekam medis resmi, dr. Yuda meninggal akibat sakit Demam Berdarah (DBD) setelah sempat menjalani perawatan intensif selama 15 hari di ruang ICU Garuda. Pihak rumah sakit juga menegaskan bahwa almarhumah merupakan mahasiswa semester satu yang masih dalam tahap pembekalan kelas dan belum diterjunkan untuk praktik klinis langsung melayani pasien.
Senada dengan hal tersebut, pihak Universitas Diponegoro menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari segala bentuk bullying. Meski demikian, pihak kampus dan Kementerian Kesehatan tetap melakukan penelusuran serta klarifikasi internal untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar demi menjaga transparansi.
Saat ini, jenazah almarhumah telah diserahterimakan dan dimakamkan oleh pihak keluarga di Serang, Banten. Pihak keluarga serta otoritas kampus mengimbau masyarakat untuk tidak memperkeruh suasana dengan menyebarkan narasi spekulatif di media sosial. (Red)





