![]() |
| Fathimah Azzahra, Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia (BEM UI) 2026 sedang berorasi dalam aksi unjuk rasa. |
JAKARTA — Nama Fathimah Azzahra, Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia (BEM UI) 2026 sekaligus mahasiswi Fakultas Kedokteran UI (FKUI) angkatan 2023, kembali menjadi pusat perhatian publik. Fathimah memimpin jajaran massa mahasiswa dalam aksi unjuk rasa di pusat kota Jakarta hingga terlibat konfrontasi langsung dengan pejabat kepolisian di lapangan.
Profil Singkat
- Nama Lengkap: Fathimah Azzahra
- Latar Belakang Pendidikan: Mahasiswi Program Sarjana Pendidikan Dokter FKUI angkatan 2023 (masuk melalui jalur seleksi Talent Scouting).
- Jabatan: Wakil Ketua BEM UI Periode 2026.
Momen Kunci dan Aksi Pergerakan Belakangan Ini
1. Aksi #MerebutKemerdekaan di Jalan MH Thamrin
Fathimah memimpin BEM UI dalam menggelar aksi unjuk rasa bertajuk #MerebutKemerdekaan di kawasan MH Thamrin hingga Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Dalam aksi ini, BEM UI mengusung 8 Tuntutan Rakyat, yang meliputi:
- Penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan evaluasi kebijakan yang mengesampingkan fasilitas dasar pendidikan.
- Penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM.
- Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
- Pelaksanaan reforma agraria sejati dan penolakan represifitas aparat terhadap hak-hak sipil.
2. Bentrokan & Debat Panas dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat
Aksi di lapangan memanas saat barisan massa mahasiswa yang hendak long march menuju Bundaran HI dihalangi aparat gabungan di kawasan Dukuh Atas. Polisi melarang masuknya Mobil Komando (Mokom) dan penggunaan sound system.
Di lokasi, Fathimah terlibat ketegangan langsung dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung:
Debat Penggunaan Mobil Komando:
- Fathimah naik ke mobil komando dan mempertanyakan pelarangan sound system kepada Kapolres. Sambil berderai air mata di tengah kerumunan, ia berteriak meminta polisi mendengarkan penjelasan mahasiswa.
- Sorotan Aspek Aturan vs Diskriminasi Aksi: Saat Kapolres beralasan bahwa penggunaan pengeras suara besar mengganggu ketertiban umum dan disarankan pindah ke Silang Selatan Monas, Fathimah melayangkan kritik tajam dan mempertanyakan mengapa aksi kelompok lain diizinkan menggunakan mobil komando, sedangkan aksi mahasiswa dilarang.
- Ketegangan Pengendalian Massa: Fathimah menegaskan agar polisi tidak secara represif menyuruh mobil komando mundur, melainkan memberi ruang agar mahasiswa dapat menertibkan barisan mereka sendiri secara mandiri.
3. Debat Isu MBG vs Prioritas Pendidikan Dasar
Sebelum aksi jalanan, Fathimah sempat viral di media sosial setelah beradu argumentasi di forum diskusi media nasional. Ia mengkritik efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berargumen bahwa pemerintah seharusnya memprioritaskan perbaikan akses jalan, sarana transportasi, serta infrastruktur dasar sekolah di daerah-daerah terpencil terlebih dahulu sebelum meluncurkan program pangan tambahan.
Keberanian Fathimah Azzahra dalam menyampaikan kritik berbasis data serta kelugasannya saat berhadapan langsung dengan aparat di lapangan makin mempertegas posisinya sebagai salah satu figur kepemimpinan perempuan muda (female leadership) yang vokal dalam gerakan mahasiswa Indonesia saat ini. (Red)





