
Tamu undangan dan peserta kegiatan
KOTA BEKASI — Pernah merasa khawatir atau kepikiran soal isu perundungan (bullying) di lingkungan sekolah? Nah, kekhawatiran itu dijawab dengan langkah nyata oleh Unity School Grand Galaxy City!
Pada Jumat (7/8/2026), suasana sekolah terasa begitu hangat dan penuh semangat. Bukan tanpa alasan, Unity School resmi meluncurkan gerakan 'Unity School Safe School Movement 2026'. Lewat tagline yang catchy dan penuh makna—“Together We Respect, Together We Protect”—sekolah ini menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang belajar yang super aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh siswanya.
Gak main-main, gerakan ini bukan sekadar seremoni manis di atas kertas, lho! Penasaran apa saja langkah konkret yang mereka siapkan?
Sinergi Kuat & Benteng Keamanan Terpadu
Untuk mewujudkan lingkungan sekolah impian ini, Unity School menggandeng banyak pihak secara masif. Mulai dari manajemen sekolah, Dinas Pendidikan, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Kepolisian, hingga para orang tua murid, semuanya kompak merapatkan barisan.
Kepala SD Unity School, Mona Sirait, menegaskan bahwa keselamatan siswa adalah harga mati.
"Keselamatan serta kenyamanan siswa adalah prioritas utama kami. Untuk mendukung hal tersebut, Unity School terus memperkuat sistem perlindungan anak lewat berbagai langkah konkret dan penguatan pendidikan karakter," ungkapnya.
Langkah nyatanya gak tanggung-tanggung! Unity School membentuk Duta Anti-Bullying, mengoptimalkan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), hingga memasang pengawasan ketat berbasis CCTV di area sekolah.
Pentingnya Edukasi Karakter Sejak Dini
Inisiatif keren ini pun mendapat apresiasi jempolan dari Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian. Menurutnya, cara paling ampuh menekan bullying hingga zero case adalah dengan menghargai keunikan tiap anak.
"Tidak ada satu pun anak yang boleh di-bully, karena setiap anak masing-masing punya kelebihan. Poin utamanya adalah pendidikan karakter, mental, dan pemahaman diri sebagai benteng utama pencegahan perundungan," tegas Novrian.
Bebas dari Rasa Takut, Potensi Siswa Makin Melejit!
Bukti nyata bahwa lingkungan yang aman bisa membebaskan siswa untuk berkarya juga dipamerkan langsung di acara ini! Para tamu yang hadir dibuat terpukau oleh pertunjukan seni bela diri pencak silat dari siswa berprestasi bernama Naura, serta performa vokal yang memanjakan telinga dari Ananda Dewata.
Momen puncak acara ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama, pembacaan ikrar serentak, hingga penyematkan selempang pelantikan Duta Anti-Bullying bagi perwakilan siswa Unity Primary School.
Gimana menurut kamu? Harapannya, aksi kolaboratif ini terus konsisten dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia. Ketika anak-anak merasa aman dan dihargai, belajar bukan lagi soal beban, tapi tentang merayakan potensi terbaik mereka! (red).




