![]() |
| Gambar Karikatur Pendistribusian Air Bersih oleh BPBD Karawang. |
KARAWANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mendistribusikan sebanyak 704.000 liter air bersih untuk membantu warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau tahun ini.
Penyaluran bantuan air bersih tersebut dilakukan secara bertahap selama kurun waktu satu bulan terakhir hingga Senin (10/8/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry Muharram, menjelaskan bahwa dari total 704.000 liter air bersih yang dipasok, sebanyak 258.000 liter disalurkan langsung oleh pihak BPBD. Sementara itu, 446.000 liter sisanya disalurkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta.
"Pendistribusian air bersih terus kami lakukan demi memastikan kebutuhan mendasar masyarakat yang terdampak kekeringan dapat terpenuhi," ujar Ferry di Karawang, Senin.
16 Ribu Jiwa Terdampak Kekeringan
Berdasarkan data catatan BPBD Karawang, dampak krisis air bersih saat ini telah meluas ke 14 desa yang tersebar di lima kecamatan. Total warga yang terdampak mencapai 5.325 keluarga atau sebanyak 16.129 jiwa.
Adapun wilayah yang mengalami kekeringan meliputi:
Kecamatan Pangkalan: Desa Mulangsari, Kertasari, Jatilaksana, Ciptasari, dan Medalsari.
Kecamatan Tegalwaru: Desa Kutalanggeng dan Cintalanggeng.
Kecamatan Ciampel: Desa Mulyasejati, Kutanegara, dan Parungmulya.
Kecamatan Telukjambe Barat: Desa Wanakerta.
Kecamatan Telukjambe Timur: Desa Sukaluyu, Puserjaya, dan Sirnabaya.
Ferry menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi di lapangan dan menyiagakan armada bantuan air bersih sesuai dengan tingkat kebutuhan warga di wilayah-wilayah terdampak.
Selain mendistribusikan bantuan, BPBD Karawang juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketersediaan sumber air dan menggunakannya secara bijak selama musim kemarau berlangsung. (Red).





