• Jelajahi

    Copyright © sakatanews.com
    Berita aktual tepercaya

    Translate

    Kanal Video

    Sempat Dua Kali Absen, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Mendadak Datangi KPK atas Inisiatif Sendiri

    Rabu, 04 November 2026
    Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid


    SAKATANEWS.COM
     — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, secara tiba-tiba mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Rabu (4/11/2026),

    Pemeriksaan Nusron terkait dengan penyidikan kasus dugaan suap terkait pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk dan penerimaan lainnya di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

    Kehadiran Nusron Wahid di markas lembaga antirasuah tersebut murni atas inisiatif pribadi tanpa adanya jadwal pemeriksaan resmi dari penyidik ​​pada hari itu. 

    Kehadiran Nusron Wahid di markas lembaga antirasuah tersebut murni atas inisiatif pribadi tanpa adanya jadwal pemeriksaan resmi dari penyidik ​​pada hari itu. 

    Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa kedatangan Nusron merupakan bentuk kewajiban atas panggilan penyidik ​​terdahulu setelah ia tercatat dua kali tidak hadir dari agenda pemeriksaan sebelumnya. " Ujar Budi kepada wartawan 


    Nusron sebelumnya absen pada panggilan pertama bertanggal 7 Oktober 2026 karena alasan agenda internal kementerian, serta kembali mangkir pada penjadwalan ulang 15 Oktober 2026 akibat perjalanan ke luar negeri. 

    Nusron sebelumnya absen pada panggilan pertama bertanggal 7 Oktober 2026 karena alasan agenda internal kementerian, serta kembali mangkir pada penjadwalan ulang 15 Oktober 2026 akibat perjalanan ke luar negeri. Pemeriksaan ini fokus pada pendalaman perkara dugaan suap pengurusan izin HGB PT Summarecon Agung Tbk dan penerimaan lainnya di lingkungan Kementerian ATR/BPN yang kini dalam tahap penyidikan intensif. 


    KPK telah menetapkan delapan orang tersangka, mulai dari pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN, pihak swasta, hingga sejumlah tokoh masyarakat. Beberapa nama yang dijerat antara lain Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi, Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Lampri, serta politikus Fahd El Fouz.

    Beberapa tersangka di antaranya disinyalir oleh pihak penyidik ​​yang memiliki hubungan sebagai orang kepercayaan dari Nusron Wahid. (J4)

    Kolom netizen >>>

    Buka kolom netizen

    Berita Terbaru